Cara Membuat Pohon Literasi Unik untuk Anak SD

Cara Membuat Pohon Literasi Unik untuk Anak SD
GURUINFORMATIKA.COM-  Pembuatan pohon literasi yang unik sangatlah mudah, dan tidak mengeluarkan uang yang banyak. Karena bahan-bahnnya mudah ditemukan di sekitar kita. Bahkan, kita bisa juga memanfaatkan barang bekas, seperti dari ranting pohon asli.

dapun model pohon literasi itu bisa berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi, sesuai dengan kreativitas guru dan juga ide siswa.

Bagaimana Cara Membuat Pohon Literasi Unik 

yang Enak di Pandang di Dalam Kelas?

Pertama, Buatlah batang pohon dan ranting 

Batang pohon dan ranting yang akan kita buat ini akan dijadikan sebagai tempat untuk menempel daun.

Batang pohon literasi bisa menggunakan kertas-kertas di sekitar kita yang bekas. Seperti kertas semen, kertas karton, kertas kasturo, kardus bekas,  atau bahkan ranting pohon yang sudah mengering.

untuk batang pohon dengan dua dimensi bisa ditempelkan pada dinding kelas. Sedangkan, batang pohon yang berbentuk tiga dimensi bisa diatur di pot tanaman.

Dalam membuat gambar pohon literasi, guru dan siswa harus bekerjasama. Supaya tercipta dan terangun kedekatan secara emosional.

Kedua, Menyiapkan Helai Daun dari Kertas

Tahap selanjutnya dalam membuat gambar pohon literasi adalah menyiapkan helai daun yang akan ditempel pada batang pohon.

Helai daun yang kita buat terbuat dari kertas, karena daun terbuat dari kertas karena akan digunakan untuk menulis hasil bacaan kita nantinya.

gamar daun dengan dua dimensi bisa dibuat dengan selembar kertas saja. Sementara daun tiga dimensi, bisa dibuat dengan kertas rangkap dan gambar secara bolak-balik.

Adapun desain daun literasi harus seunik mungkin. Supaya pohon literasi menarik perhatian bagi yang melihatnya. Apalagi untuk gambar pohon literasi kelas 1 SD dan juga kelas 4 SD.

Ketiga, Guru dan Siswa Wajib Membaca


Salah satu program sekolah yang mempunyai visi misi ke depan, yang mencerdaskan generasi anak bangsa haruslah memiliki program peningkatan minat baca.

Dengan program membaca buku umum (buku cerita, buku motivasi, dll) minimal 15 menit sebelum pelajaran dimulai, adalah langkah yang harus dilaksanakan.

Sementara program pojok baca yaiutu meletakkan buku bacaan di sudut kelas dan juga program jam perpustakaan setiap pekan harus tetap berjalan.

Namun dengan catatan siswa bebas menentukan kapan waktu untuk membaca buku. Bisa saat istirahat, bisa juga setelah selesai mengerjakan soal , atau bahkan bisa juga di rumah sepulang sekolah.

Yang penting harus adanya pembiasaan membaca buku.

Keempat, Setelah Membaca Lanjutkan untuk Menulis


Setelah siswa membaca buku, untuk meyakinkan masuknya ilmu pengetahuan dan merekam apa yang dibaca, langkah selanjutnya adalah menuliskan kembali buku yang telah dibaca.

Ingat, menuliskan buku yang telah dibaca bukan berarti harus menulis semuanya. Akan tetapi, menulis kembali secara ringkas.

Tujuan dari menulis ulang buku yang kita baca adalaha  untuk melatih daya ingat dan pemahaman siswa terhadap isi bacaan.

Selain itu juga bisa melatih keterampilan motorik halus melalui tulisan tangan.

Siswa cukup menyediakan sebuah buku kecil, atau buku khusus untuk membuat ringkasan tersebut.
Untuk memberikan apresiasi kepada siswa, alangkah baiknya guru dan orang tua juga memberikan penghargaan dengan memerikan paraf atau nilai bintang, sebagai bentuk controlling terhadap bacaan siswa.

Ketika siswa meminta paraf dari guru dan juga orang tua mereka, maka akan terjadi interaksi hubungan baik antara siswa, guru dan orang tua.

Dengan cara ini bisa membangun kedekatan hubungan emosional antara siswa dan guru ketika di sekolah, orang tua dan anak ketika di rumah.

Kelima, Beri Penghargaan yang Berhubungan dengan Literasi

Guru yang bijak adalah selalu berusaha untuk memberikan apresiasi kepada siswa yang berprestasi. Salah satu prestasi siswa adalah kemajuan untuk berbuat kepada perkara yang lebih baik.

Yang tadinya belum terbiasa membaca buku, kini terbiasa membaca buku, itu adalah sebuah prestasi yang harus diberikan apresiasi yang layak.

Apresiasi diberikan ketika siswa yang telah menyelesaikan membaca sebuah buku, lengkap dengan ringkasannya. Guru memberikan apresiasi langsung dengan memberikan helai daun yang manis.
Siswa akan lebih berkesan jika guru menyediakan beberapa model helai daun, kapalagi mereka diperbolehkan memilih helai daun yang mereka suka. Cara ini akan memberikan motivasi juga kepada siswa yang belum membuat ringkasan setelah membaca buku.

Keenam, Siswa menuliskan nama dan judul buku yang telah dibaca pada helai daun literasi yang manis.

Siswa berhak menuliskan namanya pada tiap helai daun yang berhasil dikumpulkan. Judul buku dituliskan di bawah nama siswa. Keterangan tambahan seperti nama penulis buku dan tahun terbit juga bisa dituliskan sebagai informasi tambahan.

Ketujuh, Siswa memasang daun pada batang atau ranting pohon literasi yang ia suka.


Siswa diperkenankan memilih letak batang atau ranting untuk melekatkan daun yang sudah ditulis nama beserta judul buku. Gunakan lem atau selotip untuk menempelkannya. Semakin banyak daun yang dilekatkan maka siswa tersebut semakin berperan dalam memperindang pohon geulis. Semakin rindang pohon geulis, maka pohon geulis semakin tampak manis.


Cara Membuat Pohon Literasi untuk Anak SD adalah lanjutan tulisan saya dengan kategori Literasi atau Gerakan Literasi Sekolah di blog Guru Muda ini. Sebelumnya, saya pernah menulis artikel tentang Contoh Pohon Literasi yang ternyata banyak dicari.

Untuk itu, kali ini saya akan berbagi tulisan bagaimana cara membuat pohon literasi untuk Anak SD.

Tentunya, usia anak SD berbeda dengan dengan remaja SMP yang lebih

Berikut tips untuk membuat pohon literasi:

1. Tentukan Temanya
2. Buat Gambar yang Lucu


Berikut Contoh Pohon Literasi SD



Pohon literasi akan membantu siswa sejauh mana mereka memahami apa yang mereka baca. Prinsipnya setelah mereka membaca, apa yang pelajaran yang bisa diambil dari hasil bacaan tersebut. Gerakan Literasi Sekolah Literasi

Belum ada Komentar untuk "Cara Membuat Pohon Literasi Unik untuk Anak SD"

Posting Komentar

Catatan Untuk Para Pembaca
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel