Pengertian, Konsep Dasar dan Macam-macam Peralatan Teknologi Informasi Telekomunikasi

Pengertian, Konsep Dasar dan Macam-macam Peralatan Teknologi Informasi Telekomunikasi
GURUINFORMATIKA - Peralatan Teknologi Informasi Telekomunikasi sering kita gunakan sehari-hari. Banyak sekali manfaat dan madharatnya bagi pengguna. Itu tergantung kepada para usernya sendiri. Kali ini. GuruInformatika akan berbagi bahasan seputar Apa Pengertian, Konsep Dasar dan Macam-macam Peralatan Teknologi Informasi Telekomunikasi secara detail.




Pengertian Telekomunikasi

Jika diartikan secara bahasa, telekomunikasi diambil dari 2 suku kata; Tele dan Komunikasi.  Tele berarti jauh, semenatara komunikasi adala penyampaian informasi antara satu orang/simpul dengan  yang lainnya.

Jadi jika disatukan pengertian Telekomunikasi merupakan penyampaian informasi atau hubungan antara satu simpul dengan simpul lainnya, dengan jarak yang berjauhan.
Berdasarkan pengertian di atas, bagaimana jika ada hubungan komunikasi namun kasusnya jaraknya yang dekat. 


Apakah dapat disebut dengan telekomunikasi atau tidak?


Lalu, apakah jika ada seseorang  yang berkomunikasi jarak jauh dengan cara berteriak  bisa dikatakan telekomunikasi?


Nah, yang perlu digaris bawahi adalah arti telekomunikasi itu sendiri adalah penyampaian informasi atau hubungan antara satu simpul dengan simpul yang lainnya dengan menggunakan bantuan alat-alat secara khusus.


Contoh: Smartphone, Radio, TV, dll

Disini tampak bahwa hubungan tersebut tidak mesti jauh (meskipun ada ucapan TELE) dekatpun bisa. Tidak mesti berupa perlengkapan khusus (listrik) lainnya pun bisa. Contoh: asap, bendera, genderang, dsb.


Di samping itu, mesti pula dapat dipisahkan antara telekomunikasi dengan komunikasi walaupun dua-duanya saling berhubungan. Perbedaannya dapat disaksikan dari ilmu pengetahuan yang mempelajarinya.



Konsep Dasar dari Telekomunikasi


One Way System: dimana kedua belah pihak di antara dapat saling berkata atau mendengar. Contohnya, baby alarm

Two Way System: dimana kedua belah pihak bisa saling berkata dan mendengar. 



Cara Kerja Telekomunikasi

Suara diolah menjadi sinyal listrik oleh micropon, sinyal-sinyal ini disalurkan melewati kabel, diperkuat oleh amplifier dan diolah kembali menjadi suara yang dipancarkan oleh loudspeaker.

Masalah-masalah yang timbul pada telekomunikasi diantarannya:

  1. Masalah terminal
  2. Masalah transmisi
  3. Bagaimana menyambungkan terminal-terminal itu dan bagaimana mengontrol atau mengendalikan penyambungan dari terminal-terminal tersebut.

Informasi

Sistem telekomunikasi diberi batas kemampuannya oleh:

  1. Power dari signal yang tersedia
  2. Latar belakang noise yang tidak bisa dielakkan
  3. Keharusan memberi batas bandwidth

Sebelum tahun 1940, diadakan penelitian tentang telegrafi oleh Nyquist dan Hartley.
Setelah Perang Dunia II dilaksanakan oleh dua orang, yaitu:


#1 Nobert Wiener (1949)


Telah mengembangkan konsep baru yang sampai kini masih tetap dipakai.
Wiener menganalisis dengan teknik : Jika diketahui sebuah signal lantas ditambahkan dengan noise yang ada, kemudian bagaimanakah anda memperkirakan suasana signal itu pada masa-masa sebelum dan setelah diterima.
Penelitian ini dilaksanakan pada ujung penerima saja. Teori ini dinamakan sebagai “Detection Theory”.

#2. Claude Shannon (1948)


Bekerja cocok dengan prinsip dari komunikasi, dimana signal processing bisa terjadi baik pada penerima maupun pada pengirim.


Shannon menganalisis dengan teknik: Jika diketahui sebuah berita, lalu dianalisis bagaimana berita tersebutdapat terwakilkan sedemikian rupa, sampai-sampai dapat membawa informasi melewati suatu sistem yang diserahkan dengan keterbatasan-keterbatasannya.

Dengan teknik ini yang dipentingkan bukan signalnya, melainkan kabarnya yang terdapat didalam signal tersebut. Pendekatan ini dinamakan sebagai “Teori Informasi”.

Teori informasi ialah suatu latihan matematik yang terbagi menjadi 3 unsur konsep dasar, yaitu:

  1. Pengukuran dari informasi
  2. Kapasitas drainase komunikasi untuk mengalirkan informasi
  3. Coding sebagai teknik untuk mendayagunakan saluran supaya dapat berkapasitas penuh.

Simbol dan Nilai Informasinya

Pada tahun 1948, Teori informasi menemukan penghargaan yang pantas setelah diterbitkannya makalah dari E.C Shannon yang berjudul “A Mathematical Theory Of Communication”  yang menyerahkan standard performansi yang absolut serta faktor-faktor yang memberi batas performansi tersebut.

Usaha guna mengukur kwantitas yang terdapat dalam sebuah informasi/berita diajukan oleh R.V Hartley pada tahun 1928 yang menyarankan supaya kwantitas ini dikaitkan dengan bisa jadi terjadinya berita. Berita yang sudah tentu akan terjadi, tentu bukan adalahberita lagi, sampai-sampai nilai kabarnya sama dengan nol.

Informasi diwakili oleh simbol-simbol, dimana andai “p” ialah kemungkinan terjadinya sebuah simbol maka nilai kabarnya didefinisikan sebagai berikut:
Berdasarkan keterangan dari Hartley: – log p [Hartley]

Berdasarkan keterangan dari Shannon: -log2 p [bit]

Entropy Sumber Berita


Jika sebuah sumber berita menghasilkan dua simbol dengan bisa jadi masing-masing p1 dan p2 .
(dimana p1 + p2 = 1), maka nilai kabarnya rata-rata per simbol bisa dihitung dengan memungut suatu berita yang panjangnya “N” simbol dan menghitung semua nilai kabarnya yang dikandungnya sebagai berikut:

Simbol Jumlah Simbol Dalam Berita Nilai Informasi Setiap Simbol Jumlah Nilai Informasi
I Np1 – log2 p1 – Np1 log2 p1

II Np2 – log2 p2 – Np2 log2 p2

Dengan demikian, jumlah nilai informasi guna keseluruhan (N) simbol ialah :


– Np1 log2 p1 – Np2 log2 p2


Entropy sumber berita didapatkan:


H = – p1 log2 p1 – p2 log2 p2 [Bit/simbol]
Jika sumber berita menghasilkan ‘n’ simbol yang bertolak belakang dengan bisa jadi masing-masing p1, p2,… pn
H=? – p1 log2 p1

Kapasitas Saluran


Kalau H ialah entropy sumber berita dan B ialah jumlah simbol yang didapatkan setiap detik maka ‘source rate’ atau laju volume informasi ialah HB bit/detik.


Kalau C adalah kapasitas saluran, yakni laju informasi maksimum yang bisa ditransmisikan melewati saluran tersebut, maka teori Shannon bisa dirumuskan inilah ini :


“ Apabila HB<C maka dapat ditelusuri suatu teknik penyandian sedemikian rupa sampai-sampai informasi bisa ditransmisikan dengan kekeliruan yang berarti “.


Shannon bisa merumuskan C andai bandwidth dan S/N drainase diketahui. ( S/N = Signal to noise ratio yang menilai kwalitas dari telekomunikasi.


Dalam teori pencuplikan (sampling) dilafalkan bahwa drainase yang mempunyai bandwidth W Hz mampu mentransmisikan cuplikan-cuplikan yang frekuensinya 2W cuplikan per detik. Misalkan bahwa masing-masing cuplikan dapat memungut salah satu dari m tingkat (level) yang sama kemungkinannya. 


Saluran tadi, dengan demikian bakal sanggup mentransmisikan informasi dengan laju:
C = 2W log2 m bit/detik


Keterbatasan dalam drainase komunikasi seringkali secara dominan diprovokasi oleh hadirnya derau. Bagi derau yang yang mempunyai sifat putih (white noise) dengan penyaluran normal, Shannon sudah menurunkan bahwa kapasitas drainase menjadi:
C = W log2 (1 + S/N) bit/detik


Dimana W ialah bandwidth drainase dan S/N ialah signal to noise ratio.


 Secara formal formula diatas diikat oleh kriteria-syarat sebagai sebagai berikut :

  • Kecepatan maksimum tadi (C) bakal menghasilkan kekeliruan transmisi yang tak berarti bilamana dipakai teknik penyandian yang tepat.
  • Teknik penyandian menghendaki supaya informasi dikirim dalam blok-blok yang panjang menggunakan gelombang yang serupa derau.
  • Derau dalam saluran mempunyai sifat putih dengan penyaluran normal.

Terminal

Terminal ialah suatu electrical interface antara suatu drainase dengan sumber berita, meskipun interface ini tidak memproduksi signal-signal tersebut sendiri.
Terminal yang tergantung dari signal yang bakal disalurkan guna dikirimkan ialah sebagai berikut:

  1. Terminal untul distribusi signal-signal suara, yaitu Radio penerima dan telepon
  2. Terminal untuk distribusi signal-signal tulisan, yaitu Telegrafi dan Teleprinter
  3. Terminal untuk distribusi signal-signal gambar, yaitu Faksimil dan Televisi
  4. Terminal untuk distribusi signal-signal data, yaitu Modem

Terminal guna Suara


Radio Penerima


Radio penerima ialah suatu terminal guna menerima signal-signal suara. Namun dapat pun untuk menerima signal-signal yang berbentuk tulisan, gambar maupun data. Jadi radio penerima pun menerima distribusi segala macam format signal, sebab radio penerima ini dalah suatu perlengkapan untuk menerima segala macam signal yang diantarkan melalui udara.


Radio penerima ini mesti memiliki karakteristik-karakteristik tertentu yang menilai kwalitas dari radio penerima tersebut. 


Karakteristik itu ialah :

1. Sensitivitas
Adalah keterampilan dari sebuah radio penerima untuk menciduk signal-signal yang powerful maupun yang lemah sampai diperoleh daya output tertentu (standard) pada output penerima tersebut.


2. Selektivitas
Adalah keterampilan radio penerima untuk memisahkan antara signal yang diharapkan dengan signal-signal beda yang berdekatan. Berarti melulu menerima signal dengan frekwensi band yang tertentu. Selektivitas ini dapat dibetulkan dengan Band Pass Filter.


3. Fidelitas
Adalah keterampilan radio penerima guna menjaga kemurnian informasi yang diantarkan oleh pengirim signal.

Pesawat penerima radio siaran bisa digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu:

  1. Straight Amplification Receiver
  2. Superheterodyne Receiver

• Straight Amplification Receiver
Gambar berikut ialah blok diagram dari radio penerima model straight amplification.

Cara kerja:
Gelombang elektromagnetik diterima oleh antena lantas oleh tuning circuit gelombang yang dibutuhkan akan diceraikan atau diseleksi dari gelombang-gelombang lainnya yang tidak diperlukan. TC adalahsuatu susunan filter yang frekwensi resonansinya sama dengan frekwensi yang diterima. 


Karena gelombang yang diterima ini besarnya hanya sejumlah mV saja, maka butuh diperkuat oleh Radio Frequency Amplifier, yang tujuannya di samping memperkuat pun meredam gelombang-gelombang lainnya yang datangnya dari pemancar beda yang masih tercampur dalam gelombang tadi. Kemudian gelombang yang masih termodulasi ini oleh Detector di demodulasikan, yaitu diceraikan antara gelombang yang memodulasikan yakni informasi yang dikirim dengan gelombang yang dimodulasikan yakni gelombang pembawa. Setelah gelombang memiliki frekwensi sebesar audio lantas diperkuat dengan Audio Frequency Amplifier, yang disalurkan ke Loudspeaker guna dirubah menjadi gelombang akustik.
Pada sistem ini tidak sedikit timbul gangguan-gangguan tidak stabil, sehinnga outputnya pun terdistorsi. Sebagai perbaikan dari sistem ini ialah jenis superheterodyne receiver.
• Superheterodyne Receiver

Cara Kerja:
Gelombang diterima oleh antena lantas diperkuat dahulu oleh Radio-Frequency Amplifier kemudian dibaur dengan sebuah frekwensi fo di dalam sebuah Mixer, maka akan diperoleh superposisi dari fr dengan fo (oleh karena tersebut disebut superheterodyne). Hasilnya ialah gelombang dengan frekwensi baru yakni fr + fo dan fr – fo disamping fr tersebut sendiri. Gelombang dengan frekwensi fr – fo ini dinamakan intermediate frekwensi. Pada IF bakal mendapatkan sebuah gelombang yang lebih stabil, yang adalahmodulated wave dengan frekwensi pembawa yang lebih kecil dari fr.
Sistem ini guna radio penerima siaran yang memiliki modulasi amplitudo (AM) sedangkan andai modulasinya ialah Frequency Modulation (FM) maka pada dasarnya nyaris sama laksana pada blok diagram dibawah ini:

Dibandingkan dengan radio penerima siaran guna AM, maka radio penerima siaran guna FM memiliki tambahan komponen yakni limiter dan pemakaian discriminator frekwensi sebagai ganti dari discriminator amplitudo limiter untuk memberi batas perubahan tegangan yang timbul oleh bermacam-macam hal contohnya interface dan internal receiver noise. Selain tersebut perbedaan-perbedaan yang lain ialah jumlah IF amplifier pada FM seringkali lebih tidak sedikit karena signalnya disini lebih lebar dikomparasikan AM.

Telepon


Telepon ialah suatu format terminal guna menerima dan mengantarkan signal suara atau signal yang berbentuk gelombang akustik. Batas frekwensi suara manusia ialah dari 300 Hz – 3,4 KHz. Amplitudo menilai kekerasan suara atau loudness. 


Kekerasan suara ialah besarnya kebisingan suara yang disebabkan oleh amplitudo dari suara tersebut sendiri yang diciduk oleh telinga manusia. Satuan unit guna menilai kekerasan suara ini ialah sone. Dimana 1 sone didefinisikan sebagai kekerasan suara dari tone dengan frekwensi 1000 Hz pada level intensitas suara 40 dB. Kekerasan suara sebesar 0,0001 sone atau 1msone ialah batas ambang pendengar manusia. Di samping itu digunakan juga satuan Phon. Dimana 1 phon ialah level kekerasan suara untuk sebuah tone dengan frekwensi 1000 Hz pada level intensitas suara 1 dB.
Level kekerasan suara (Loudness Level) :
LL = 10 log I /10-12 phon
Dimana I = intensitas suara dalam watts/m2.


Tranducer
Tranducer ialah alat untuk mengolah suatu format gelombang menjadi suatu format lainnya yang tertentu yang cocok dengan kebutuhan. Pada sistem telepon, tranducernya ialah electro-accoustical tranducer yakni alat yang mengolah gelombang akustik menjadi gelombang listrik dan sebagainya. 


Tranducer pada sistem telepon dipecah dua yakni :
  • Mikropon : tranducer yang mengolah gelombang akustik menjadi gelombang listrik.
  • Telepon : Tranduceryang mengolah gelombang listrik menjadi gelombang akustik.

• Mikropon
Dilihat dari prinsip kerjanya maka macam-macam mikropon contohnya :
– Mikropon arang
– Mikropon kondensator

• Telepon


Dilihat dari prinsip kerjanya, maka terdapat bermacam-macam telepon, misalnya:
– Elektro magnetis
Jika arus listrik dari mikropon mengalir ke magnet kumparan, medan magnet akan dibangunkan yang memunculkan gaya yang akan unik membran. Getaran membran ini bakal memproduksi gelombang suara.
– Elekro dinamis
Prinsip kerjanya yakni dengan adanya arus listrik yang berubah mengakibatkan perubahan medan listrik yang bakal berinteraksi dengan magnet permanen. Sehingga membran terbit dan kedalam cocok dengan frekwensi dari arus listrik yang diserahkan dan akan memunculkan getaran akustik dari membran.

Terminal guna Tulisan
Terminal untuk artikel informasi yang diantarkan dan yang diterima berbentuk artikel atau huruf-huruf. Tiap-tiap huruf-huruf diwakili oleh kombinasi dari simbol-simbol tertentu.

Telegrafi
Sistem telegrafi diwakili oleh kode-kode yang bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Kode Morse: Merupakan kombinasi dari kedua elemen-elemen titik-titik dan garis-garis.
  • Kode Undulator: Kode ini dikembangkan guna komunikasi yang memakai kabel laut. Kode ditentukan dengan plus, minus, dan nol sertamempunyai kombinasi yang sama dari arus-arus panjang dan pendek laksana kode morse.
  • Kode Telegrap Printing: Kode ini dipakai oleh teleprinter.
  • Kode Transmisi Data: Kode ini digunakan untuk transmisi data. Kode transmisi data laksana ASCII, BCD, EBCDIC.

Sistem ekspedisi informasi yang digunakan di Amerika Serikat dan sejumlah hasil industri ialah sebagai berikut:

  • Full Duplex, pengiriman kedua belah arah secara bersamaan.
  • Half Duplex, pengiriman kedua arah akan namun pada satu saat melulu dapat mengirim ke satu arah saja.
  • Simplex, mengirim pertama arah saja.

Dari kode morse yang dikirimkan, telegrafi dapat dipecah menjadi dua macam yakni :

  • Telegrafi arus searah
  • Telegrafi arus bolak-balik


Terminal untuk Gambar

Terminal guna gambar dapat dipecah menjadi dua unsur besar yaitu:
  • Gambar diam
  • Gambar bergerak


Faksimile


Cara Kerja faksimile adalah: Gambar yang bakal dikirim ditempelkan mengelilingi suatu drum D. Sumber cahaya yang melalui lensa bakal menyinari gambar tersebut.


Refleksi sinar ini bakal diterima oleh PEC (Photo Electric Cell). Dengan berputarnya Drum, sinar direfleksikan bakal berubah-ubah intensitasnya cocok warna gambar yang disinari. Arus dari photocell akanberubah-ubah cocok dengan evolusi intensitas yang diterima. Seluruh unsur gambar bakal kena diraba (scanning).

TV/Televisi


Prinsip dasar dari facsimile lantas dikembangkan menjadi prinsip dasar dari sistem televisi. Bedanya merupakan pada televisi gambar yang dikirimkan ialah gambar bergerak.
Untuk memunculkan kesan “gambar hidup”, maka dibutuhkan pergantian gambar sejumlah 25 gambar perdetik detik. Jadi satu gambar memiliki waktu ditunjukkan selama 1/25 detik. Pada televisi sinkronisasi pun sangat urgen untuk mensinkronisasikan masa-masa kecepatan dan fasa dari perabaan.

Komponen dasar pemancar dan penerima televisi

Blok diagram dari pemancar televisi :

Pulsa-pulsa sinkronisasi yang dikirimkan melalui sinyal gambar (video0,  dibutuhkan untuk dasar waktu. Tujuannya untuk proses perabaan yang digunakan pada camera.


Dua buah gelombang pembawa berfrekwensi radio yang dinamakan radio frequency carrier digunakan untuk dimodulasikan oleh sinyal suara. Juga untuk dimodulasikan oleh sinyal gambar. Kedua gelombang pembawa yang telah dimodulasikan ini kemudian akan dibulatkan sebelum dipancarkan lewat antena pemancar.

Blok diagram dari penerima televisi :

Filter dan amplifier disambungkan dengan antena yang adalahtuned circuityang gunanya guna memilihchannel pemancar yang dibutuhkan.


Sinyal radio frekwensi diproses didalam demodulator yang terdiri dari tiga macam sinyal yaitu:

  1. Sinyal suara yang lantas diperkuat dan disalurkan ke loudspeaker.
  2. Sinyal gambar, yang cocok dengan output dari camera, yang dipergunakan guna mengendalikan arus pada electron beam dari cathode ray tube (CRT)
  3. Pulsa-pulsa sinkronisasi yang diceraikan dari sinyal gambar dan dipergunakan guna mengendalikan oscilator yang bersangkutan dengan proses perabaan.


Terminal untuk Data


Sesuai dengan namanya, informasi yang diantarkan berupa data-data. Data-data ini bisa berupa tulisan, grafik maupun gambar-gambar. Pada terminal guna data, informasi yang diantarkan akan diproses atau diubah sehingga bakal diterima oleh terminal yang dituju ialah hasil dari pengolahan atau pemrosesan informasi. Pusat pengolahan data pun bisadengan komputer. Konfigurasinya bisa terlihat sebagai berikut:

Blok diagram itu dapat diperinci lagi, dimana komputer tersebut terdiri dari bagian-bagian lainnya, laksana dibawah ini:

  • • Main Storage ialah suatu memori utama yaitu guna menyimpan segala macam informasi yang dibutuhkan untuk mengubah data.
  • • Ingatan utama ini dapat ditolong oleh memori tambahan yang dinamakan dengan auxiliary storage, dan ini bisa berupa pita magnetik, piringan (disk) dan sebagainya.
  • • CPU ialah otak dari sistem komputer ini, yaitu sebuah alat yang menghitung dan memproses informasi yang masuk maupun yang ditabung dalam storage yang dinamakan diatas.
  • • Control Unit ialah suatu unit untuk menata atau mengendalikan urutan tugas didalam sistem ini.
  • • Input/Output ini ialah yang dinamakan sebagai terminal dari data.

Telekomunikasi yang sering dipakai :

telepon

1. Telepon

Kata telepon berasal dari kata tele ( jauh ) dan phone ( suara ). Jadi, telepon adalahalat komunikasi jarak jauh melewati sinyal listrik yang seringkali berupa suara. Awalnya,penemu telepon ialah Alexander Graham Bell dengan telepon kesatu diciptakan di Boston, Massachusetts pada tahun 1876. Namun, penemu Italia Antonio Meucci telah membuat telepon pada tahun 1849. Oleh sebab itu, pada September 2001, Meucci dengan sah diterima sebagai pencipta telepon oleh kongres Amerika, bukan Alexander Graham Bell.

Seiring dengan semakin pesatnya teknologi, ketika ini sudah dikembangkan telepon genggam. Telepon Genggam atau lebih dikenal dengan sebutan handphone ( disingkat HP, dinamakan pula sebagai telepon seluler atau ponsel ) ialah sebuah perlengkapan telekomunikasi elektronik yang mempunyai keterampilan dasar yang sama dengan telepon konvensional, tetapi dapat diangkut kemana-mana (portable) dan tidak butuh disambungkan dengan jaringan telepon memakai kabel (nirkabel;wireless). Saat ini Indonesia memiliki dua jaringan telepon nirkabel, yakni GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan CDMA (Code Division Multiple Access).

Telepon genggam selain bermanfaat untuk mengerjakan dan menerima panggilan telepon, lazimnya juga bermanfaat menerima pesan singkat ( Short Massage Service;SMS). Telepon-telepon yang lebih mahal tidak jarang menambahkan fitur kamera dan layanan Internet. Layanan Internet ini menggunakan sejumlah teknologi antara beda :

  1. General Packet Radio Service (GPRS) dengan kecepatan maksimum 114 kbit / s.
  2. Universal Mobile Telecommunication System ( UMTS ) dengan kecepatan maksimum 384 kbit / s.
  3. High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) dengan kecepatan maksimum 7.2Mbit/s.


Radio


Radio adalahteknologi yang membolehkan ekspedisi sinyal oleh modulasi gelombang elektromagnetik. Gelombang ini melintas (merambat) lewat udara dan pun kevakuman angkasa, sebab gelombang ini tidak membutuhkan medium pengangkutan. 


Gelombang radio adalahsatu format dari radiasi elektromagnetik dan terbentuk saat objek bermuatan listrik dipercepat dengan frekuensi yang ada dalam frekuensi radio (RF)  dalam spektrum elektromagnetik. Gelombang ini berada dalam cakupan 10 hertz sampai sejumlah Gigahertz. Radio Elektromagnetik bergerak dengan teknik elektrik dan magnetik

Televisi


Televisi ialah sebuah perangkat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision, yang mempunyai makna masing-masing jauh ( tele ) dan terlihat ( vision ).


Jadi televisi berarti menyaksikantontonan dari jarak jauh. Penemuan televisi diserupakan dengan penemuan roda, sebab mampu mengolah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tak formal terkadang dinamakan dengan tivi, teve, atau tipi.

Penemuan televisi melibatkan tidak sedikit pihak, penemu, maupun inovator, baik perorangan maupun badan usaha.Televisi ialah karya massal dari tahun ke tahun. Penemuan televisi pasti tidak dapat bisa diceraikan dari penemuan dasar-dasar hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday ( 1831 ) yang mengawali era komunikasi elektronik.
 

Jaringan Komputer


Jaringan komputer ialah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perlengkapan jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk menjangkau suatu destinasi yang sama. Tujuan dari jaringan komputer antara beda :

  • membagi sumber daya, misalnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori,harddisk.
  • komunikasi, misalnya surat elektronik, instant messaging, chatting.
  • akses informasi, misalnya web browsing.

Agar dapat menjangkau tujuan yang sama, masing-masing bagian dari jaringan komputer meminta dan menyerahkan layanan (service). Pihak yang meminta layanan dinamakan klien (client) dan yang menyerahkan pelayan (server). Arsitektur ini dinamakan dengan sistem client-server, dan dipakai pada nyaris seluruh software jaringan komputer.

2 Jenis Komunikasi:


1. Telekomunikasi Verbal


Komunikasi verbal ( verbal communication ) ialah bentuk komunikasi yang dikatakan komunikator untuk komunikan dengan teknik tertulis (written) atau lisan (oral). 


Sepasang kekasih ber sms- an tiap hari, seorang presenter membawakan acara musik di stasion televisi, seorang wartawan mencatat berita atau opininya di surat kabar, atau seorang ayah menelpon anaknya, tersebut adalahsebagian kecil misal komunikasi verbal.

2. Telekomunikasi non verbal

Meski jarang disadari dipercayai manfaatnya, Komunikais non verbal ( non verbal communicarion) menduduki porsi penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif melulu karena komunikatornya tidak memakai komunikasi non verbal dengan baik dalam masa-masa bersamaan.

Melalui komunikasi non verbal, orang dapat mengambil suatu benang merah mengenai suatu benang merah tentang sekian banyak  macam persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan sekian banyak  macam perasaan lainnya. 


Hubungannya dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator guna lebih memperkuat pesan yang dikatakan sekaligus mengetahui reaksi komunikan ketika menerima pesan.

Bentuk komunikasi non verbal sendiri di antaranya merupakan, bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian sergam, warna dan intonasi suara.

6 Tujuan Komunikasi Non-Verbal :

  1. Menyediakan/memberikan informasi
  2. Mengatur alur sebuah percakapan
  3. Mengekspresikan/aktualisasi emosi
  4. Memberi sifat, melengkapi, dan mengembangkankan pesan-pesan verbal.
  5. Mengendalikan atau mempersuasi orang lain
  6. Mempermudah tugas-tugas khusus

Lebih jauh, relevansi komunikasi non verbal dalam dunia bisnis, komunikasi non verbal yang dikatakan dengan baik akan dapat membantu seseorang menambah kredibilitas dan potensi leadeship, di samping tentunya bakal mempermudah proses paparan pesan inti untuk komunikan.

6 Macam-Macam Peralatan Telekomunikasi


#1.Telegraf


Telegraf ialah sistem telekomunikasi yang memakai peralatan listrik guna mengirim dan menerima sinyal cocok dengan kode dalam format pulsa listrik.  Telegraf mengirim sinyal guna jarak yang jauh melewati kabel tembaga.


Kode guna mengirim pesan melewati telegraf memakai kode Morse.  Kode Morse ialah sebuah sistem ekspedisi pesan yang memakai kombinasi suara panjang dan pendek dalam sekian banyak  cara yang bervariasi guna mengkodekan huruf-huruf, bilangan-bilangan, dan karakter-karakter lain.


#2. Telepon


Telepon ialah peralatan yang mengolah suara menjadi energi listrik dan mengirimkannya melewati kabel jaringan telepon.  Sesuai dengan namanya, telepon berasal dari bahasa Yunani yakni tele yang berarti JAUH dan phone berarti SUARA.

#3. Faksimile (Faks)


Faksimile berasal dari kata facsimile yang dengan kata lain menyalin sama serupa dengan aslinya.  Mesin faks adalahperalatan telekomunikasi yang dipakai untuk mengantarkan tulisan dan gambar melewati kabel telepon.  


Mesin faks mencatat dokumen yang hendak dikirim, lantas mengirimkan dokumen ke nomor faks yang hendak dituju.

Mesin faksimile memungkinkan orang-orang mengirim dokumen-dokumen bisnis dan dokumen cetak lainnya ke lokasi yang jauh dalam hitungan menit.


#4. Televisi


Televisi ialah sistem telekomunikasi yang mengantarkan dan menerima gambar dan suara dengan teknik mengirimkan sinyal-sinyal elektronik melewati kabel dan serat optik, yakni dengan memakai gelombang elektromagnetik


#5.  Radio


Radio ialah alat komunikasi yang mengantarkan suara melewati udara dengan memakai gelombang elektromagnetik.


#6. Telepon Bergerak
(mobile phone)


Telepon Bergerak (mobile phone) atau biasa dinamakan handphone, telepon selular (cellular phone) atau ponsel adalahsalah satu perangkat komunikasi yang paling tidak sedikit digunakan ketika ini.


Telepon bergerak merupakan campuran dari teknologi telepon hasil penemuan Alexander Graham Bell (1876) dengan teknologi radio hasil penemuan Guglielmo Marconi (1894). 

Kedua teknologi tersebut digabungkan dan jadilah telepon dengan sinyal suara yang dilewatkan melewati gelombang radio.  Karena mempunyai sifat nirkabel (wireless), maka telepon itu memungkinkan terjadinya komunikasi bergerak.

Ada 2 macam teknologi telepon bergerak yang umum dipakai saat ini yaitu: GSM dan CDMA.


Global System for Mobile Communication (GSM) bekerja dengan teknik mengkompresi suara yang masuk ke jaringan GSM ke dalam bentuk digital sehingga memiliki ukuran yang kecil.  GSM beroperasi pada frekuensi 900 – 1800 MHz.


Sedangkan CDMA (Code Division Multiple Access) bekerja dengan teknik memecah data suara yang masuk menjadi paket-paket kecil dan masuk ke drainase frekuensi yang terpisah-pisah.  Kemudian paket-paket data yang kecil tersebut diantarkan setelah ditambahkan kode yang menarik dan melulu dapat diterima oleh penerima yang memiliki data yang sesuai.
Komputer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel