Mapel Baru Informatika Menjadi Pelajaran Utama SMP dan SMA, Selamat Tinggal TIK

Mapel Baru Informatika Menjadi Pelajaran Utama SMP dan SMA, Selamat Tinggal TIK - Mapel Baru Informatika Menjadi Pelajaran Utama SMP dan SMA menggantikan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dimana selaman ini mapel  TIK hanya  sebagian dari pelajaran mata latihan muatan lokal (mulok) atau keterampilan saja. Mapel TIK bakal berganti nama menjadi Informatika dan akan diajarkan pda ajaran  2019.


Diterapkannya Mapel Informatika adalah bagian dari tahapan strategis Kemendikbud dalam menghadapi problem revolusi industri 4.0 di dunia pendidikan. Mapel Informatika menjadi jawaban sebagai ilmu yang mesti dikuasi semua pelajar di edukasi dasar dan menengah.

Konsep mapel Informatika berbeda dengan pendidian TIK meskipun ada sejumlah hal yang diadaptasi. Mapel Informatika tidak melulu mempelajari pelbagai perangkat lunak komputer (software), tetapi pun memecahkan masalah dan membuat software dengan beranggapan kritis.

Siswa dituntut beranggapan komputasional dengan mempelajari pelbagai disiplin ilmu. Baik infoormatika atau non informatika. Produk TIK guna menunjang pembelajaran dan tugas sehari-hari tersebut masih butuh dijalankan sebagai bagian dari program literasi digital yang telah dijalankan.

Ia menuturkan, mapel Informatika merangkum lima pelajaran yang akan menunjang kompetensi murid di era revolusi industri 4.0. Yakni, kiat komputer, jaringan komputer/internet, analisis data, akibat sosial informatika, dan programming.

Desakan untuk membalikkan TIK menjadi mapel terjadi sejak mula tahun ini. Ikatan Guru TIK Persatuan Guru Republik Indonesia menyesalkan tahapan Kemendikbud yang menghapus TIK dari Mapel utama. Di samping merugikan siswa, akibat dari penghapusan tersebut pun mengubah faedah dari semua guru TIK dari guru menjadi tenaga kependidikan, karena hanya sebagai guru pendamping TIK, bukan guru inti. Statusnya sama seperti pegawai TU di sekolah.

Sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen, pasal 1 yang mengharuskan guru merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, sampai penilaian. Apalagi ketika ini zaman telah berubah, semua dilaksanakan serba online, termasuk pada metode belajar.

Pemerintah mesti membina sarana dan prasarana penyokong terlebih dahulu. Berdasarkan keterangan dari dia, melulu sekolah yang sedang di kota besar yang bisa jadi langsung siap melangsungkan mapel Informatika.

Sambil menyiapkan sarana dan prasarana, pun tenaga pendidik yang mengampu mata latihan tersebut. Secara konsep, masuknya Informatika ke dalam kurikulum telah siap. Namun terdapat keraguan dari pihak Kemendikbud berhubungan kesiapan sekolah tersebut sendiri. Terutama dari segi sarana dan prasarana komputer, dan kesiapan gurunya.

Ia mengatakan, sekitar ini, guna pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) saja, beberapa sekolah masih mesti menumpang ke sekolah lain. Berdasarkan keterangan dari dia, kompetensi guru Informatika pun harus dinaikkan terlebih dahulu melalui pelbagai pelatihan.

Gurunya  harus belajar dan mengembangkan diri. Karena kini sudah zamannya internet, guru yang tidak menguasai teknologi bakal ditinggalkan.
Tampilkan Komentar